Sunday, December 31, 2017

PERJUANGAN DIBALIK PESONA GUNUNG LEMBU


Adakah yang orang Purwakarta? Atau pernah kesana untuk urusan pekerjaan?? Hmmm, atau sekedar backpacker untuk memenuhi hasrat traveling nya?? Yes, yang terakhir itu cerita aku.. Iyalah kalau urusan kerjaan sih pastinya tulisan ini gak akan pernah release, yes?? :)

Ok, ada apa sih di Purwakarta? Jujur, aku gak tahu juga ya disana ada apa, hanya berbekal rasa bosan akan kesepian karena rutinitas kerja yang kepadatan, tercetuslah ide ikutan share cost traveling ke Purwakarta dengan tujuan utamanya ke Gunung Lembu yang diadakan oleh JJS Squad (Jalan-Jalan Santai) pada Oktober 2016 lalu. Wow, sudah lebih dari setahun yang lalu bro!! Jadi, yeayyy ceritanya akan ku ringkas dan simple aja langsung ke point-point penderitaan dibalik 780 mdpl nya Gunung Lembu.

Eh, kok menderita ya mendaki ke Gunung Lembu? Yesss, it’s totally right!!! But it was so funny and I enjoy the moment of “duh dada gw sesek banget ni!”, “tanjakannya gini banget sik?”, “ah gilak gw capek banget!”, “sumpah gw gak mau kesini lagi”, atau “ini gimana sik pegang talinya, gw ngeri jatoh!”, and many more yang aku cuma bisa senyum-senyum aja sekarang mengingatnya kembali.

Perjalanan menuju Gunung Lembu ditempuh melalui kereta api dari Jakarta Kota ke Purwakarta. Di sana Ketua JJS Squad sudah mengurus urusan persewaan mobil yang mengantarkan kami menuju pos pendaftaran Gunung Lembu. Btw, kok bisa disebut Gunung Lembu sih? Jadi, jika dilihat dari arah timur, bentuk kontur gunung di Purwakarta ini seperti lembu sedang mendekam. Hal ini juga dipertegas pada papan informasi di pos pendaftaran. Garis-garis peta gunung dipertebal dan terbentuklah wujud lembu.

Like I told you before, Gunung Lembu ‘cuma’ punya ketinggian 780 mdpl saja kok guys. Rendah gak sih guys itu? Gak ada apa-apanya kan dengan deretan gunung yang sudah ku jajaki? Apalagi extra wow nya Gunung Butak dan Gunung Ceremai atau Gunung Semeru yang tertinggi di Pulau Jawa? But, again guys, you can’t judge something by its cover because every single thing always has its own privileges to be admired, like me for example #eheh :P

Ok back to Gunung Lembu guys, serius deh Gunung Lembu benar-benar menipu dengan 780 mdpl nya. Karena selepas pos pendaftaran medan pendakian langsung dihajar dengan tanjakan tajam. Derajat kemiringan tanjakan awal ini 45 sampai dengan 50-an derajat. Beberapa titik ada pegangan dari batang bambu kecil. Alhasil ya kami semua bermandikan keringat dengan napas ngos-ngosan.

Eh wait, kami? Siapa aja sih kami? Yang pasti ada Bang Egi selaku ketua geng JJS, lalu ada Bang Ocid, Tepe, Mba Tiwi, Viktor, Novi, Iwan dan pacarnya alias si Ridwan, Andi Daeng, Mba Chipi, Mba Ruri, si fotografer handal nan syur alias Bang Bair, daaaann… ok maap guys sisanya aku lupa nama-namanya, cek foto diibawah ini aja deh kalau mau lihat personil lengkapnya :D:D dan boleh kasih tahu ya kalau ada yang kalian ingat dan aku akan revisi (duh kayak skripsi aja ada revisi 1, 2, 3 nya). Wkwkwk.
Formasi lengkap personil open trip Gunung Lembu via share cost JJS Squad)
Ku ingatkan kembali ya karena pendakian Gunung Lembu membutuhkan extra tenaga maka pastikan kondisi kalian benar-benar fit. Treknya yang terjal akan benar-benar menguras tenaga. Teknik pengaturan pernapasan kalian juga sangat diperlukan demi bisa menyelaraskan dengan tenaga yang dikeluarkan, kalau tidak duh sumpah sesak napas deh. Juga, treknya yang didominasi dengan tanah merah, sebaiknya menghindari mendaki saat hujan yaa karena sudah pasti licin banget itu tanah kalau dipijak, yakin tergelincir kalau tidak hati-hati.

Oh iya, ada makam keramat lho di puncak pertama Gunung Lembu, tapi sorry gak ada dokumentasi untuk ini, karena aku juga ngeri yaa kalau mau dekat-dekat. Tapi tenang, itu gak sengeri kalau di php-in mantan gebetan kok guys. *kyaaaaa
Pendakian Gunung Lembu
Layaknya pendakian di gunung-gunung lainnya, Gunung Lembu juga memiliki trek mulai jalur datar sampai dengan jalan setapak yang menantang dan akan menyita fokus kamu dari gebetan perhatian karena di sisi kanan-kirinya terdapat jurang. Tapi bukannya itu tantangan dan keseruannya melakukan pendakian kan?? ^.^
Duh love banget ya hammock'an view alam lepas begini ^n^
Tapi guys, yang namanya perjuangan berat selalu dibayar dengan hadiah yang jauh lebih hebat bahkan jauh diatas ekspetasi manusia. Itulah Tuhan, mau lihat perjuangan manusianya dulu, kalau bisa melalui cobaan-Nya, dan diberikanlah hadiah atas itu. Duh, tetiba bahasa formal begini. Wkwkwkwk. Yang jelas, pemandangan yang disuguhkan dari puncak Gunung Lembu sangat mempesona. Selain bisa menikmati sunrise atau sunset dari sini, luasnya hamparan Waduk Jatiluhur serta Gunung Parang dan Gunung Bongkok yang duduk bersebelahan dapat kami lihat dengan puas sambil berdecak kagum.
View Waduk Jatiluhur from Puncak Gunung Lembu 780 mdpl
Pemandangan spektakuler tersebut bisa kamu nikmati diatas tebing yang dinamakan batu Lembu di mana tebing ini menjorok keluar dan berbentuk menyerupai punuk lembu. Menyaksikan pemandangan itu semua benar-benar memberikan sensasi petualangan tersendiri yang pastinya gak akan bisa kamu lupakan guys. ^.^
Nah gaya asik begini lengkap banget dengan view nya Waduk Jatiluhur
Persiapan turun dari Gunung Lembu

Batu Lembu seperti Punuk Lembu
Pendaki zaman millenial yang penting tetap jaga kebersihan selama mendaki ya guys :)
Anyway, tulisan ini menjadi tulisan penutupku di penghujung tahun 2017 ini lho guys. Sedikit pesan untuk aku juga teman-teman tercinta, bahwa masa lalu adalah sejarah yang pernah kita buat, hari ini adalah goresan terbaru yang segera membekas seperti sejarah, dan hari esok adalah hari yang bisa kita letakkan harapan dan asa baru. Then, happy new year 2018 as the memories go away to welcome a new hope, good people!! :D:D

Thanks, traveler. Keep traveling to explore yourself and God’s creation. See you in the next tracesme, guys! ^n^

Sunday, December 17, 2017

MENGGAPAI GUNUNG MERBABU VIA SUWANTING YANG TAK TERLUPAKAN

View Merapi dari Pos 3 Gunung Merbabu, via Suwanting Magelang (In frame: Bang Dany)
Merbabu. Hmm... mengingatnya, membuat pikiranku melayang kembali ke masa lalu. Ehemm, gak selamanya nengok ke belakang itu menyakitkan kok guys :D. Soalnya itu bisa dijadikan tolak ukur untuk kita belajar di masa depan, minimal supaya gak terulang lagi terjebak ke manisnya senyuman dia eh ternyata dia senyumin yang lain juga, mirip-mirip jebakan tikus, tikus bodoh ya mati terjepit perangkap manusia, maka dari itu mending wolesss ajalah kalau di senyumin dia dari pada baper doang nantinya yah :P #ehjadingelanturkejauhan wkwkwk.

Ok back to Gunung Merbabu, jadi tepat 1 tahun yang lalu aku berhasil menginjakkan kaki di puncaknya yang gagah dengan ketinggian 3.142 mdpl tapi kalau kata Mbah Google 3.145 mdpl lho guys. Sebagai salah satu deretan gunung tertinggi di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Gunung Merbabu tak bisa diremehkan sama sekali. Why? I will tell you soon :)

Secara geografis, Gunung Merbabu terletak diantara Kabupaten Semarang, Magelang, Salatiga dan Boyolali dengan jalur pendakian yang dapat ditempuh melalui 4 jalur yaitu, jalur Selo, Kopeng, Wekas, dan yang baru dibuka kembali pada Maret 2015 lalu (pernah dibuka di tahun 1990-1998) adalah Suwanting.

Pendakian Gunung Merbabu ku tempuh via jalur Suwanting yang sangat membekas di hati sampai dengan tulisan ini dibuat dan ku rasa akan selamanya ku ingat kayak sentuhan tangan dia *kyaaaaa..

Bagaimana tidak mau terlupakan, karena jalur Suwanting memberikan pengalaman mendaki gunung mulai dari santai, sedikit menanjak, ekstrim, ditambah bumbu-bumbu mistis tapi kemudian memberikan hasil yang tidak bisa dipungkiri buat diri puas luar biasa sampai ingin rasanya jejingkrakan kalau saja tidak malu sama pendaki lain *jaim dikitlah namanya juga masih jomblo #nahlho hahaha.
Tim Pendakian Gunung Merbabu
Bersama dengan 26 orang teman trip dari Tapak Adventure, mereka menjadi teman 2 hari 1 malam ku yang sama-sama punya harapan tinggi terhadap Gunung Merbabu agar bisa bersahabat dengan kami mengingat bulan Desember merupakan bulan-bulan high risk terhadap cuaca hujan untuk melakukan traveling.

Basecamp Suwanting menuju Pos 1: Lembah Lempong

Setelah short briefing dari TL Tapak, pendakian kami dimulai malam hari sekitar jam 7, karena ada kendala bus yang mogok-mogok di perjalanan, sudahlah ini gak usah di ceritain ya guys, sedih soalnya kalau di ceritain T_T/

Btw, untuk TL Gunung Merbabu dari Tapak ini ada Bang Dany, Bang Ocid, Bang Hamja yang setelahnya gw panggil nama sajalah karena dia muka saja boros, umur mah masih sebiji jagung wkwkwkwk, dan ada dik Teguh alias Tepe yang setia jagain aku selama di pendakian meski sempet ngilang sebentaran bikin gw mau mewek >,<.

Awal pendakian, track masih santai karena tanahnya yang masih landai dengan pemandangan ladang perkebunan berbalut nuansa pegunungan alami menyelimuti badan. Bermodalkan jaket tebal, jas hujan dan cahaya headlamp redup-redup (ini ngeselin banget X.X), aku melangkahkan kaki dengan hati-hati di tanah basah dan sedikit pakai perasaan supaya gak salah melangkah yang berakibat tergelincir ke hatinya yang palsu.

Pos 1 menuju Pos 2: Pos Bendera

Pendakian menuju Pos 2 diawali dengan terlihatnya barisan pepohonan pinus menawan yang ramping-ramping menjulang tinggi ke atas (iyalah tinggi itu ke atas, kalo ke samping namanya gendut itu aku hiks >,<)

Meskipun menyusuri hutan pinus (Hutan Manding), namun track nya sudah mulai meningkat lebih menanjak dibanding sebelumnya. Perjalanan juga melewati Lembah Cemoro, Lembah Singo dan Lembah Mitoh. Yang perlu diperhatikan lagi ketika melakukan pendakian di malam hari adalah banyak akar-akar pepohonan pinus tersebut yang mencuat keluar dari tanah. Tak jarang aku tersandung akar-akarnya. So guys, be careful and keep your eyes ahead.
Sabana 2 menuju Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu
Sesampainya di pos 2, ada beberapa pendaki yang sudah mendirikan tenda di sana, namun kami tetap melanjutkan perjalanan karena rencana nge-camp kami di pos 3. Tujuannya agar pada saat summit attack pendakiannya sudah lebih dekat.

Pos 2 menuju Pos 3: Dampo Awang

Pendakian menuju pos 3 menjadi semakin terasa banget mendakinya, luar biasa melelahkan (kalau gak mau lelah ke mall saja ya hahaha). Tanjakan curam, jalur zig-zag dan adanya tali tambang yang sudah tersedia di sana sebagai alat bantuan mewarnai suka duka pendakian ini yang kemudian membawa kami pada rimbunnya hutan dengan rumput-rumput yang tumbuh yang tinggi-tinggi.

Kami melewati 3 titik lokasi yakni Lembah Singo, Lembah Manding dan pos Bendera yang merupakan pos bayangan masa lalu, kemudian sampailah di pos 3 yang cukup lapang tempatnya sehingga kami dapat mendirikan tenda. Tanya jam berapa kami sampai? Jam setengah 3 pagi, guysss.. Woow!! Perjalanan super panjang ini baru sampe pos 3 lho, wkwkwk.
Makanan super mewah ini ada berkat koki handal TL Tapak a.k.a. Bang Ocid :) 
Di pos 3 ini terdapat sumber air yang airnya bisa digunakan untuk memasak, ya kalau kepepet persediaan air minum habis, monggo di minum saja :P

Wow nya lagi, di pos 3 ini terdapat spot foto asik nan keren berlatar Gunung Merapi yang gagah menantang di hadapan Gunung Merbabu, lhooo :D
View Gunung Merapi dari pos 3 Gunung Merbabu
Pos 3 menuju Puncak Gunung Merbabu: Suwanting dan Triangulasi

Kami memulai summit sekitar jam 8 pagi karena memang kondisi badan yang masih terlalu lelah jika harus mengejar sunrise akibat pendakian malam sebelumnya yang memakan waktu 7 jam lebih. Pendakian menuju Puncak Suwanting menjadi lebih hidup karena ya dilakukan pada saat terang dan bisa puas lihat pemandangan gunung kanan-kirinya. Setelah melewati 2 bukit sabana yang naik turun disertai pemandangan hamparan rumputan hijau, sampailah kami di puncak Suwanting.
Salah satu track sabana menuju Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu
Setelah berfoto-foto cantik ala-ala selebgram, ku lanjutkan summit ke puncak Triangulasi dengan kembali melewati bukit sabana. Jangan heran ya, Gunung Merbabu memang terkenal memiliki 3 bukit sabana yang cantik kayak di film-film fiksi gitu deh.
Cantik banget ya?? iya.. bukit-bukit sabananya kan? Hmmm..
Puncak Suwanting, Gunung Merbabu
Then, welcome to the highest peak of Merbabu on 3.142 mdpl guys... Angin Gunung Merbabu dengan kencang dan sembarang berhembusan ke seluruh badan seakan heboh sendiri menyambut para pendaki yang sudah berhasil menyelesaikan misi dengan selamat. Senang rasanya pernah memiliki cerita dengan Gunung Merbabu yang penuh mistis (bagian ini bisa japri aja lah kalau mau tahu jelasnya sambil ngomongin masa depan kita *kyaaa :P) namun juga mampu menyuguhkan pemandangan luar biasa yang tak mungkin terlupakan.
Awan gemeess di Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu 3.142 mdpl
Gaya loncat hak paten by Tepe :P

Cuma disini guys, kalian bisa masak di alam bebas view Gunung Sindoro ^^ (in frame: Azwar & Reza)
Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu
Thanks, traveler. Keep traveling to explore yourself and God’s creation. See you in the next tracesme, guys! ^n^