Sunday, December 17, 2017

MENGGAPAI GUNUNG MERBABU VIA SUWANTING YANG TAK TERLUPAKAN

View Merapi dari Pos 3 Gunung Merbabu, via Suwanting Magelang (In frame: Bang Dany)
Merbabu. Hmm... mengingatnya, membuat pikiranku melayang kembali ke masa lalu. Ehemm, gak selamanya nengok ke belakang itu menyakitkan kok guys :D. Soalnya itu bisa dijadikan tolak ukur untuk kita belajar di masa depan, minimal supaya gak terulang lagi terjebak ke manisnya senyuman dia eh ternyata dia senyumin yang lain juga, mirip-mirip jebakan tikus, tikus bodoh ya mati terjepit perangkap manusia, maka dari itu mending wolesss ajalah kalau di senyumin dia dari pada baper doang nantinya yah :P #ehjadingelanturkejauhan wkwkwk.

Ok back to Gunung Merbabu, jadi tepat 1 tahun yang lalu aku berhasil menginjakkan kaki di puncaknya yang gagah dengan ketinggian 3.142 mdpl tapi kalau kata Mbah Google 3.145 mdpl lho guys. Sebagai salah satu deretan gunung tertinggi di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Gunung Merbabu tak bisa diremehkan sama sekali. Why? I will tell you soon :)

Secara geografis, Gunung Merbabu terletak diantara Kabupaten Semarang, Magelang, Salatiga dan Boyolali dengan jalur pendakian yang dapat ditempuh melalui 4 jalur yaitu, jalur Selo, Kopeng, Wekas, dan yang baru dibuka kembali pada Maret 2015 lalu (pernah dibuka di tahun 1990-1998) adalah Suwanting.

Pendakian Gunung Merbabu ku tempuh via jalur Suwanting yang sangat membekas di hati sampai dengan tulisan ini dibuat dan ku rasa akan selamanya ku ingat kayak sentuhan tangan dia *kyaaaaa..

Bagaimana tidak mau terlupakan, karena jalur Suwanting memberikan pengalaman mendaki gunung mulai dari santai, sedikit menanjak, ekstrim, ditambah bumbu-bumbu mistis tapi kemudian memberikan hasil yang tidak bisa dipungkiri buat diri puas luar biasa sampai ingin rasanya jejingkrakan kalau saja tidak malu sama pendaki lain *jaim dikitlah namanya juga masih jomblo #nahlho hahaha.
Tim Pendakian Gunung Merbabu
Bersama dengan 26 orang teman trip dari Tapak Adventure, mereka menjadi teman 2 hari 1 malam ku yang sama-sama punya harapan tinggi terhadap Gunung Merbabu agar bisa bersahabat dengan kami mengingat bulan Desember merupakan bulan-bulan high risk terhadap cuaca hujan untuk melakukan traveling.

Basecamp Suwanting menuju Pos 1: Lembah Lempong

Setelah short briefing dari TL Tapak, pendakian kami dimulai malam hari sekitar jam 7, karena ada kendala bus yang mogok-mogok di perjalanan, sudahlah ini gak usah di ceritain ya guys, sedih soalnya kalau di ceritain T_T/

Btw, untuk TL Gunung Merbabu dari Tapak ini ada Bang Dany, Bang Ocid, Bang Hamja yang setelahnya gw panggil nama sajalah karena dia muka saja boros, umur mah masih sebiji jagung wkwkwkwk, dan ada dik Teguh alias Tepe yang setia jagain aku selama di pendakian meski sempet ngilang sebentaran bikin gw mau mewek >,<.

Awal pendakian, track masih santai karena tanahnya yang masih landai dengan pemandangan ladang perkebunan berbalut nuansa pegunungan alami menyelimuti badan. Bermodalkan jaket tebal, jas hujan dan cahaya headlamp redup-redup (ini ngeselin banget X.X), aku melangkahkan kaki dengan hati-hati di tanah basah dan sedikit pakai perasaan supaya gak salah melangkah yang berakibat tergelincir ke hatinya yang palsu.

Pos 1 menuju Pos 2: Pos Bendera

Pendakian menuju Pos 2 diawali dengan terlihatnya barisan pepohonan pinus menawan yang ramping-ramping menjulang tinggi ke atas (iyalah tinggi itu ke atas, kalo ke samping namanya gendut itu aku hiks >,<)

Meskipun menyusuri hutan pinus (Hutan Manding), namun track nya sudah mulai meningkat lebih menanjak dibanding sebelumnya. Perjalanan juga melewati Lembah Cemoro, Lembah Singo dan Lembah Mitoh. Yang perlu diperhatikan lagi ketika melakukan pendakian di malam hari adalah banyak akar-akar pepohonan pinus tersebut yang mencuat keluar dari tanah. Tak jarang aku tersandung akar-akarnya. So guys, be careful and keep your eyes ahead.
Sabana 2 menuju Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu
Sesampainya di pos 2, ada beberapa pendaki yang sudah mendirikan tenda di sana, namun kami tetap melanjutkan perjalanan karena rencana nge-camp kami di pos 3. Tujuannya agar pada saat summit attack pendakiannya sudah lebih dekat.

Pos 2 menuju Pos 3: Dampo Awang

Pendakian menuju pos 3 menjadi semakin terasa banget mendakinya, luar biasa melelahkan (kalau gak mau lelah ke mall saja ya hahaha). Tanjakan curam, jalur zig-zag dan adanya tali tambang yang sudah tersedia di sana sebagai alat bantuan mewarnai suka duka pendakian ini yang kemudian membawa kami pada rimbunnya hutan dengan rumput-rumput yang tumbuh yang tinggi-tinggi.

Kami melewati 3 titik lokasi yakni Lembah Singo, Lembah Manding dan pos Bendera yang merupakan pos bayangan masa lalu, kemudian sampailah di pos 3 yang cukup lapang tempatnya sehingga kami dapat mendirikan tenda. Tanya jam berapa kami sampai? Jam setengah 3 pagi, guysss.. Woow!! Perjalanan super panjang ini baru sampe pos 3 lho, wkwkwk.
Makanan super mewah ini ada berkat koki handal TL Tapak a.k.a. Bang Ocid :) 
Di pos 3 ini terdapat sumber air yang airnya bisa digunakan untuk memasak, ya kalau kepepet persediaan air minum habis, monggo di minum saja :P

Wow nya lagi, di pos 3 ini terdapat spot foto asik nan keren berlatar Gunung Merapi yang gagah menantang di hadapan Gunung Merbabu, lhooo :D
View Gunung Merapi dari pos 3 Gunung Merbabu
Pos 3 menuju Puncak Gunung Merbabu: Suwanting dan Triangulasi

Kami memulai summit sekitar jam 8 pagi karena memang kondisi badan yang masih terlalu lelah jika harus mengejar sunrise akibat pendakian malam sebelumnya yang memakan waktu 7 jam lebih. Pendakian menuju Puncak Suwanting menjadi lebih hidup karena ya dilakukan pada saat terang dan bisa puas lihat pemandangan gunung kanan-kirinya. Setelah melewati 2 bukit sabana yang naik turun disertai pemandangan hamparan rumputan hijau, sampailah kami di puncak Suwanting.
Salah satu track sabana menuju Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu
Setelah berfoto-foto cantik ala-ala selebgram, ku lanjutkan summit ke puncak Triangulasi dengan kembali melewati bukit sabana. Jangan heran ya, Gunung Merbabu memang terkenal memiliki 3 bukit sabana yang cantik kayak di film-film fiksi gitu deh.
Cantik banget ya?? iya.. bukit-bukit sabananya kan? Hmmm..
Puncak Suwanting, Gunung Merbabu
Then, welcome to the highest peak of Merbabu on 3.142 mdpl guys... Angin Gunung Merbabu dengan kencang dan sembarang berhembusan ke seluruh badan seakan heboh sendiri menyambut para pendaki yang sudah berhasil menyelesaikan misi dengan selamat. Senang rasanya pernah memiliki cerita dengan Gunung Merbabu yang penuh mistis (bagian ini bisa japri aja lah kalau mau tahu jelasnya sambil ngomongin masa depan kita *kyaaa :P) namun juga mampu menyuguhkan pemandangan luar biasa yang tak mungkin terlupakan.
Awan gemeess di Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu 3.142 mdpl
Gaya loncat hak paten by Tepe :P

Cuma disini guys, kalian bisa masak di alam bebas view Gunung Sindoro ^^ (in frame: Azwar & Reza)
Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu
Thanks, traveler. Keep traveling to explore yourself and God’s creation. See you in the next tracesme, guys! ^n^

3 comments:

  1. Keren euy, naik dari Jalur Suwanting yang nanjak poll terus.. hehe
    Saia aja dulu turun via Suwanting habis itu memutuskan untuk gak naik lewat situ... hehe

    Soalnya baru bagus usai pos III pas nyampai sabananya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya luar biasa emang bang Suwanting itu :)

      Delete
    2. Tapi keren hlo bisa sampe puncak.. hehe

      Delete